Amazon Web Services (AWS) secara resmi meluncurkan prosesor custom generasi kelima, Graviton5, dalam gelaran re:Invent 2025 di Las Vegas. Chip yang didesain khusus untuk beban kerja cloud ini membawa klaim ambisius, “menjadi yang terbaik dalam hal price-performance di layanan EC2.”
Vice President AWS Compute & ML Services, Dave Brown, membeberkan spesifikasi yang menjadi fondasi klaim tersebut. Graviton5 mengepak 192 core prosesor dalam satu paket.
Selain itu, Graviton5 menghilangkan kebutuhan interkoneksi antar-chip yang kerap memicu latency pada desain multi-chip. Yang terpenting, arsitektur baru ini disertai peningkatan cache L3 lebih dari lima kali lipat dibanding generasi sebelumnya.
Cache yang besar menjadi kunci untuk aplikasi modern yang sensitif terhadap latency, seperti database dan analitik real-time. Latency rendah ini dapat mengurangi frekuensi prosesor mengakses memori utama yang lebih lambat.
Atlassian juga membenarkan pengurangan latency sebesar 20 persen. Sementara itu, Airbnb mencatat kenaikan performa hingga 25 persen.
“Kami melihat peningkatan kinerja 25 persen lebih baik daripada M8g,” tambah Brown mengenai instance M9g, varian terbaru yang ditenagai Graviton5.