Google Cloud mengumumkan penyempurnaan pada Google Drive for Desktop dengan deteksi dan intervensi ransomware berbasis Artificial Intelligence (AI) terbaru. Inovasi ini dirancang untuk secara otomatis menghentikan sinkronisasi file yang terinfeksi dan memungkinkan pengguna memulihkan file yang terdampak dengan mudah, hanya dengan beberapa klik.
Langkah proaktif ini diambil mengingat ransomware masih menjadi salah satu ancaman siber paling merusak yang dihadapi organisasi saat ini, menyebabkan kerugian finansial besar, penghentian operasional, dan kebocoran data.
Statistik ini juga menunjukkan bahwa 89% organisasi di Jepang dan Asia Pasifik (JAPAC) yang terkena ransomware baru mengetahui adanya penyusupan dari pihak luar, menandakan lemahnya kemampuan deteksi dan intervensi internal.
Google Drive for Desktop, yang tersedia di Windows dan macOS, kini dilengkapi dengan model AI eksklusif yang dilatih menggunakan jutaan sampel ransomware di dunia nyata. Mesin deteksi ini mampu mengidentifikasi sinyal modifikasi file berbahaya dan beradaptasi dengan jenis ransomware baru melalui analisis perubahan file berkelanjutan serta integrasi intelijen ancaman dari VirusTotal.
Ketika aktivitas janggal yang mengindikasikan serangan ransomware terdeteksi, sistem akan secara otomatis menghentikan sinkronisasi file yang terdampak ke cloud. Ini mencegah penyebaran kerusakan data di seluruh Google Drive pengguna. Pengguna akan menerima notifikasi di desktop dan email yang berisi panduan pemulihan.
Berbeda dengan solusi tradisional yang seringkali rumit, antarmuka web Google Drive yang intuitif memungkinkan pengguna memulihkan banyak file ke kondisi sebelumnya dengan mudah. Kemampuan pemulihan cepat ini meminimalkan gangguan dan risiko kehilangan data.
Bagi tim TI, administrator tetap memiliki visibilitas dan kontrol penuh melalui notifikasi di konsol Admin saat aktivitas ransomware terdeteksi.